Update Transfer Liga 1 2020, Empat Pemain Baru Bali United

Liga 1 2019 telah berkahir. Bali United berhasil menjadi juara. Untuk mengurangi musim 2020, Bali United telah merekrut empat pemain baru. Siapa saja mereka?

Dilansir dari Website resmi Bali United, berikut empat pemain baru yang sudah resmi direkrut.

1. Hariyono
Haroyono
Hariyono
Hariono sendiri merupakan pemain kelahiran Sidoarjo (Jawa Timur), 2 Oktober 1985. Ia mengawali karier di kasta tertinggi sepak bola Indonesia bersama Deltras Sidoarjo pada tahun 2004 lalu. Empat musim berseragam Deltras, Hariono lalu melanjutkan karier di Persib Bandung selama 11 musim sebelum akhirnya resmi berseragam Bali United pada musim 2020 mendatang.

2. Gavin Kwan Adsit
Gavin Kwan Adsit
Gavin Kwan Adsit
Gavin Kwan Adsit didatangkan dari Barito Putera. Pemain ini kelahiran Denpasar (Bali), 5 April 1996. Berawal dari hobinya mengikuti turnamen sepak bola usia dini, Gavin pun mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia U-16 pada tahun 2011. Bahkan kala itu Gavin dipercaya menjadi kapten tim.
Gavin sendiri merupakan pemain yang bisa bermain di lebih dari satu posisi dengan sama baiknya. Selain bisa bermain sebagai bek sayap, dirinya juga bisa bermain sebagai penyerang sayap ketika dibutuhkan.

3. Nadio Argawinata
Nadeo Agrawinata
Nadeo Agrawinata
Nadeo Agrawinata didatangkan dari Barito Putera. Ia merupakan Penjaga Gawang yang sangat handal. Ia dilahirkan di Kediri Jawa Timur. Mempunyai wajah yang tampan dan postur tubuh yang tinggi, Nadeo pun sering menjadi sorotan dari sisi lain dunia sepak bola nasional. Beberapa waktu lalu beberapa media nasional hingga internasional juga menyebut Nadeo memiliki wajah yang mirip dengan penjaga gawang Chelsea asal Spanyol, Kepa Arrizabalaga.

4. Muhammad Rahmat
Muhammad Rahmat
Muhammad Rahmat
Resmi Muhammad Rahmat direkrut dari PSM Makasar. Ia merupakan pemain kelahiran Takalar (Sulawesi Selatan), 28 Mei 1988. Berposisi sebagai penyerang sayap, pemain ini memang memiliki kelebihan dalam hal kecepatan. Penetrasi-penetrasinya kerap membuat barisan belakang lawan kesulitan mengawal pemain ini. Kelebihannya itu membuat dirinya dijuluki "The Flash".

Demikianlah 4 pemain baru Bali United. Selamat untuk Haroyo, Gavin, Nadeo, dan M. Rahmat. Semoga bisa sukses di Bali United.

Salam Olahraga

Sumber: http://www.baliutd.com

3 Tim Liga 2 yang Naik Kasta ke Liga 1 2020

Perhelatan liga 2 tahun 2019 telah berakhir. Pertandingan final dan perebutan juara ketiga tersaji di Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali, 26 November 2019. 

Persiraja berhasil meraih Juara 3 sekaligus memastikan satu tiket promosi ke Liga 1 2020, setelah menang tipis atas Sriwijaya. Satu-satunya goal dicetak oleh Assanur Rijal di menit ke-53. 

Setelah itu, tersaji pertandingan final yang menarik antara Persita vs Persik. Pertandingan berjalan sangat seru. Pada babak pertama telah tersaji 4 goal, Persita 2 dan Persik 2. Babak kedua berlangsung dengan sengit. Akhirnya Persik mampou menang secara dramatis setelah Wimba Sutan mencetak goal di injury time. Persikpun menjadi Juara Liga 2 Tahun 2019.

Persik Juara Liga 2 2019
Persik Juara Liga 2 2019

Juara ini tentu bukan akhir prestasi Persik. Tahun depan mereka akan berlaga di liga 1. Tentu mereka harus berjuang keras agar bisa bersaing dengan tim-tim liga 1 lainnya.

Berdasarkan hasil pertandingan di atas, maka 3 tim telah resmi promosi ke Liga 1 2020, yaitu Persik Kediri, Persita Tanggerang, dan Persiraja Banda Aceh. Ketiga tim ini akan mengganti 3 tim lainnya yang akan degradasi ke Liga 2 2020. Kita tunggu 3 tim tesebut, sampai gelaran liga 1 2019 berakhir.

Strategi menjadi Juara Guru Berprestasi By I Gusti Lanang Gede Putra Astawa

I Gusti Lanang Gede Putra Astawa, siapa yang tak kenal dengan beliau. Pria yang bertugas di SDN 1 Semarapura Tengah ini merupakan Juara III Guru SD Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2018. Sebelumnya, pada tahun yang sama beliau juga menjadi Juara II kategori MIPA dalam Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional. Beliau juga telah menerbitkan 7 buku yang sudah Ber-ISBN. Masih banyak lagi inovasi dan karya yang telah beliau buat. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor pendukung beliau menjadi juara.

Disela-sela Sosialisasi dan Uji Publik Regulasi Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, di Hotel Swiss-Belresort, Pecatu, Kuta Selatan, Bali, saya menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan beliau yang sangat luar biasa. Beliau menceritakan kisah perjalanannya hingga menjadi Juara III Nasional. Beliau sudah mencoba ikut seleksi guru berprestasi mulai tahun 2016, namun hanya dapat juara II tingkat kabupaten. Tahun 2017 beliau ikut lagi, namun hasilnya masih sama yaitu juara II tingkat kabupaten. Baru akhirnya pada tahun 2018 berhasil memperoleh juara I tingkat kabupaten dan berhak maju ke tingkat provinsi. 

I gusti Lanang Gede Putra Astawa
I Gusti Lanang Gede Putra Astawa dan I Wayan Ardika (Penulis)
Di tingkat provinsi tentu tidak mudah, karena harus bersaing dengang juara-juara dari kabupaten lain yang ada di Bali. Namun tekad beliau sudah bulat untuk melakukan yang terbaik. Berbekal pengalaman 2 kali menjadi juara II tingkat kabupaten dan dengan persiapan yang matang, akhirnya bisa menjadi juara I tingkat provinsi dan menjadi wakil Bali di Nasional.

Di tingkat nasional tentu persaingan semakin ketat, karena harus bersaing dengan wakil dari 33 Provinsi lainnya. Apalagi banyak yang sudah ia kenal dan mempunyai banyak karya dan prestasi di tingkat nasional. Namun dengan keyakinan dan kerja keras, akhirnya beliau mampu meraih Juara III Guru SD Berprestasi Tingkat Nasional 2018. Hal ini tentu sangat membanggakan Bali. 

Saat ditanya tips atau strategi agar bisa menjadi Juara Guru Berprestasi Tingkat Nasional, beliau memberikan tips berikut.
  1. ikuti juknis yang ditetapkan
  2. tidak ada yang instan, semua butuh proses, jadi kalau ingin juara persiapkan sejak dini sesuai dengan juknis
  3. lengkapi portofolio agar merata di setiap bidang, misalnya karya tulis, pengalaman organisasi, media pembelajaran, HAKI, dll.
I Gusti Lanang Gede Putra Astawa
I Gusti Lanang Gede Putra Astawa ketika Memperoleh Penghargaan Juara III Guru SD Berprestasi Tingkal Nasional 2018
Selamat atas prestasi bapak I Gusti Lanang Gede Putra Astawa, semoga kedepan semakin sukses dan mampu menularkan ke guru-guru yang ada di Bali.

Pecatu, 9 November 2019

Virus di Rompyok Kopi

Di sudut baca, aku memindai judul-judul buku pajangan. Banyak judul buku menarik untuk dibaca. Namun belum sempat aku memilih, datanglah seorang yang ditunggu. Pak Wayan Jengki namanya. Ia adalah seorang pegiat literasi, yang siap menebar virus-virus literasi. Seram bukan? Siapa yang dekat dengannya, pasti akan terkangkit. Mau?

Virus ini tidaklah berbahaya, namun dapat memperkuat diri. Jadi tak usah khawatir. Semua akan baik-baik saja.

Ditemani secangkir kopi, ia mulai menebarkan virusnya. Tidak hanya padaku, tetapi juga pada anak-anak kecil yang sedang berkunjung. Ia dengan semangat memberikan virus menulis puisi kepada dua orang anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP.  Ia pun mengenalkan buku puisi karya siswaku. Rasa bangga dan haru, karena karya siswaku dapat dibaca dengan indah oleh siswa lain.

Ditempat ini, aku juga bertemu dengan penggiat literasi lainnya. Sebut saja Bang Nanok De Kansas. Tak kalah hebatnya, ia juga penyebar virus literasi yang luar biasa. Ia menjadi Koordinator Komunitas Kertas Bidaya yang membina siswa-siswa di Jembrana terkait karya sastra. Ada juga Pak Pramono, seorang wartawan kawakan yang luar biasa. Penuh semangat sebagai propokator dan selalu mencari inspirasi lewat mimpi. hehehe.

Ada juga Pak Agung yang memberiku 2 referensi buku legendaris, "Anak Bajang Penggiring Angin dan mengarang Itu Gampang". Konon katanya buku ini sangat ampuh, sebagai referensi bagi penulis pemula sepertiku.

Banyak virus yang telah berhasil menyerang hatiku, untuk lebih semangat belajar menulis. Memperdalam ilmu tentang perbukuan, memperdalam ilmu tentang cerpen, novel dan mencoba mengirim tulisan ke koran.

Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa jam di HP-ku telah menunjukkan pukul 22.45 WITA. Seketika aku teringat, besok pagi masih melanjutkan diklat Literasi. Bergegas aku bersiap pulang. Tak lupa berfoto sebagai jejak digital.
Rompyok Kopi
Para Penyebar Virus Literasi
Terima kasih kuucapkan, pada sang penyebar virus literasi; Pak Wayan Jengki, Pak Nanok De Kansas, Pak Pramono, dan Pak Agung. Semoga virus yang ada dalam diriku bisa berkembang dan dapat menularkan kepada yang lain.

Setibanya di rumah, hati ini gundah dan tak sabar ingin menularkan virus ini. Kuambil laptop, kuhidupkan, lalu kubuka akun blogger-ku. Mulailah aku ketik, kata demi kata yang ada dalam benakku. Hingga jadi tulisan ini. Semoga bermanfaat dan tak hanya jadi kenangan.


Rompyok Kopi, 25 Oktober 2019.

Pantun Literasi

Pantun merupakan salah satu puisi lama, yang terdiri dari 8-12 kata. Sajak dalam pantun adalah ab, ab. pantun terdiri dari sampiran dan isi.

Berikut contoh pantun literasi.

berlari pergi ke pasar
beli semangka tanpa biji
jika ingin jadi pintar
jangan lupa berliterasi

(I Wayan Ardika, 23 Oktober 2019)


Pergi ke bandara naik taxi
sambil bergaya memakai kaca
mari tumbuhkan budaya literasi
untuk tingkatkan minat baca

(I Made Yudi Candra Negara, 23 Oktober 2019)

Puisi Literasi

Literasi
Karya: I Wayan Ardika
literasi
satu kata penuh makna
sudahkah kau pahami?
sudahkah kau lakukan?

literasi
tak cukup terucap
namun harus terbuat
terpatri dalam hati

bacalah buku
menulislah
maka engkau sudah memulai
untuk berliterasi

teruslah berliterasi
maka engkau akan literat
cakap dan bermanfaat
bagi nusa dan bangsa Indonesia

SDN 1 Dangintukadaya, 24 Oktober 2019

Amanat: teruslah berliterasi agar mempunyai kecakapan hidup dan mampu bermanfaat bagi nusa dan bangsa Indonesia.
Penulis